01 — Filosofi
Ketenangan yang bisa dicicipi.
Nama kami berasal dari yanagi — pohon willow yang menunduk anggun kepada angin. Kami membawa filosofi itu ke dalam dua tradisi Jepang yang berbeda: chadō, jalan teh, dan ramen, semangkuk kehangatan yang jujur.
Setiap matcha dikocok tangan dengan chasen bambu. Setiap kaldu dibiarkan mendidih perlahan sampai tulangnya menyerah sepenuhnya. Tidak ada jalan pintas — hanya waktu, dan perhatian.
Kami memilih bahan yang lebih sedikit tetapi lebih baik: matcha dari Uji, mie yang dibuat harian, dan sayuran musiman dari petani lokal. Semua diolah oleh tangan yang sama, hari demi hari.


12hKaldu tonkotsu direbus tanpa henti
